Rabu, 18 Mei 2016

makalah batuan sedimen



Makalah Batuan Sedimen

Disusun oleh :
Nama   : Priyo Purwanto
Nim    : 3201414112
Prodi  : Pendidikan Geografi












KATA PENGANTAR

Bismillahhirrahmannirrahhim
        Dengan memanjatkan puji syukur atas kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya hingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Batuan Sedimen” .
Shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita baginda Nabi Besar Muhammad SAW.
Dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dari segi penyusunan dan isinya, oleh karena itu penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Akhirnya dengan penuh kerendahan hati saya harapkan makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi pembacanya.






 semarang, 7 oktober 2014



                     Penyusun








DAFTAR ISI

JUDUL .................................................................................................................. i
KATA PENGANTAR ......................................................................................... ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................    1
A.    Latar Belakang   ............................................................................................. 1
B.     Rumusan Masalah  ......................................................................................... 1
C.     Tujuan Masalah  ............................................................................................. 1
BAB II DASAR TEORI...................................................................................... 2
BAB III PEMBAHASAN................................................................................... 3
BAB IV PENUTUP........................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 11







BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Batuan adalah semua bahan yang menyusun kerak bumi dan merupakan suatu agregat (kumpulan) mineral mineral yang telah menghablur. Tanah dan bahan lepas lainnya yang merupakan hasil pelapukan kimia maupun mekanis serta proses erosi tidak termasuk batuan, tetapi disebut dengan “Aluvial deposit”. Salah satu jenis batuan yang kita kenal adalah batuan sedimen
Pemakaian batuan pada dasarnya tergantung pada kekhususannya. Tekstur batuan mengacu pada kenampakan butir-butir mineral yang ada di dalamnya, yang meliputi tingkat kristalisasi, ukuran butir, bentuk butir, granularitas, dan hubungan antar butir (fabric). Jika warna batuan berhubungan erat dengan komposisi kimia dan mineralogi, maka tekstur berhubungan dengan sejarah pembentukan dan keterdapatannya. Tekstur merupakan hasil dari rangkaian proses sebelum,dan sesudah kristalisasi.
Oleh karena itu pembuatan makalah ini kami lakukan sebagai suatu langkah atau pemberian solusi bagi para mahasiswa untuk dapat mengetahui apa itu batuan sedimen, bagaimana batuan beku tersebut terbentuk, klasifikasi batuan beku, dan tipe dasar  batuan sedimen. Dengan adanya makalah ini, pengetahuan kita bertambah.
B.     Rumusan Masalah
·         Apa itu batuan sedimen?
·         Apa faktor terjadinya batuan sedimen?
·         Jenis – jenis batuan sedimen?
C.    Tujuan Masalah
Tujuan pembuatan makalah ini adalah :
·         Untuk mengetahui pengertian batuan sedimen
·         Jenis – jenis batuan sedimen
·         Dan proses terbentuknya batuan sedimen
Sehingga dengan kita mengetahui apa itu batuan bsedimen, mempermudah kita untuk mempelajarinya dan memahaminya.




BAB II
DASAR TEORI

Batuanadalah material padat yang tersusunolehkristal – kristaldariberbagaijenis mineral, ataupecahan Kristal mineral – mineral, pecahanbatuan, dandapatjugamengandungfragmencangkangorganmisme.
Pembentukanberbagaimacam mineral di alamakanmenghasilkanberbagaijenisbatuantertentu. Proses alamiahtersebutbisaberbedadanmembentukjenisbatuan yang berbeda pula. Batuansedimenbisaterbentukkarenaberbagai proses alamiah, seperti proses penghancuranataudisintegrasibatuan, pelapukankimia, proses kimiawi, danorganisserta proses penguapan/evaporasi.
Batuanbekudiklasifikasikancaraterbentuknya :
·         Batuansedimenklastik
·         Batuansedimen non-klastik

















BAB III
PEMBAHASAN

Batuan sedimen adalah batuan yang terjadi karena pengendapan materihasil erosi. sekitar 80% permukaan benua tertutup batuan sedimen, waluapunvolumnya hanya sekitar 5% dari volum kerak bumi.
a.       Klasifikasi Batuan Sedimen
Berdasarkan tenaga yang mengangkut hasil pelapukan dan erosi batuansedimen dapat digolongkan atas 3 bagian :
Ø  Sedimen Aquatis, yaitu sedimen yang diendapkan oleh tenaga air.Contohnya : gosong pasir, flood plain, delta, dan lain-lain.
Ø  Sedimen Aeolis atau Aeris, yaitu sedimen yang diendapkan oleh tenagaangin. contohnya : tanah loss, sand dunes.
Ø  Sedimen Glassial, yaitu sedimen yang diendapkan oleh gletser. Contohnyamorena, drimlin
Materi partikel ada yang kasar dan ada yang halus cara pengangkutanbermacam-macam, ada yang terdorong (trection), terbawa secara melompatlompat(saltion, terbawa dalam duspensi, ada pula yang (solution).
Berdasarkan terbentuknya (lingkungan pengendapan ), batuan sedimen dibagimenjadi dibagi menjadi tiga, yaitu :
a.       Sedimen laut (marine), diendapkan di laut contohnya batu gamping,dolomit, napal, dan sebagainya.
b.      Sedimen darat (teristris/kontinen), prosesnya terjadi di darat, misalnyaendapan sungai (aluvium), endapan danau, talus, koluvium, endapan gurun(aeolis), dan sebagainya.
c.       Sedimen transisi, lokasi pembentukanya terletak antara darat dan laut,misalnya endapan delta dan endapan rawa-rawa (limnis).
Berdasarkan kedalamnya, laut dibagi menjadi beberapa zona : (bathymetriczone), zona litoral, yaitu Zona Transisi yang terletak pada daerah pasang surut. Zona Epineritik, yaitu, dari batas daerah surut sampai kedalaman 50m. ZonaNeritik (50-200m), Zona Bathial (200-2000m), dan Zona Abysal (>2000m).
Penggolongan batuan sedimen yangberdasarkan pada carapengendapannya, dapat dikelompokkan menjadi 3 macam, yaitu :
a.       Sedimen Klastis
Kata clastik berasal dari bahas Yunani yaitu klatos yang artinya pecahan.Jadi, sedimen klastik adalah adalah akumulasi partikel-partikel yang berasal daripecahan batuan dan sisa-sisa kerangka organisme yang telah mati. Penamaanbatuan ini um,umnya berdasarkan pada besar butirnya, yaitu sebagai berikut :
ü  Ukuran butir >256 mm disebut boulder atau bongkah (bongkahkonglomerat)
ü  Ukuran butir 64-256 mm disebut cobble atau kerakal (karakalkonglomerat)
ü  ukuran butir 4-64 mm) disebut pebble atau kerikil (kerikil konglomera)
ü  Ukuran butir 2-4 mm disebut granule (batu pasir kasar)
ü  Ukuran butir 1/16-2 mm disebut batu pasir
ü  Ukuran butir 1/256-1/16 mm disebut batu lanau
ü  Ukuran butir <1/256 mm disebut batu lempung
Beberapa betuan endapan kadang-kadang terbentuk dari bahan-bahan fosil. Dengan demikian suatu batuan yang ada fosil binatang jelas bukanmerupakan batuan beku, melainkan batuan endapan.
b.      Sedimen Kimia
Batuan sedimen kimiawi yaitu yang terangkut dalam bentuk larutankemudian diendapkan secara kimia di tempat lain. Endapan kimia juga berasaldari sumber air panas dan secara tiba-tiba mengalami pendinginan akanmenghasilkan endapan oval (kalsit).Contoh : Evaporasi dari air laut dan air danau, batuan sedimen kimiawi
-          Batu tetes (Stalaktit & stalakmit), yang banyak dijumpai dari guabawah tanah di daerah kapur.CO2+ H2O →H2CO3; H2CO3+ CaCO3… Ca (HCO3)2
Ca (HCO3)2→ CaCO3+ H2O + CO2-
Lapisan garam, suatu lapisan yang terbentuk dari mineral-mineral halit /NaCl yang di endapkan di dasar laut atau dasar danau-danau garam karenapenguapan.
HCL + NaOH → NaCL + H2O

c.       Sedimen Organik
Batuan sedimen organik /orgasen, yaitu batuan sediemn yang dibentukatau diendapkan oleh organisme.
Ciri-ciri batuan sedimen :
-          Pada umumnya berlapis-lapis,
-          Lebih lunak, ringan dan berwarna terang,
-          Tempat utama fosil.
Contoh: Batu bara terbentuk dari timbunan sisa-sisa tumbuhan di dasar danau(rawarawa,  berubah menjadi menjadi gambut, selanjutnya menjadi batu baramuda/batu bara).
b.      Pengangkutan dan pengendapan
Endapan diangkut melalui banyak cara. Mungkin meluncur pada suatulereng bukit atau mungkin dibawa melalui angin, glacier atau oleh aliran air.Padasaat ini endapan dapat diangkut melalui peluncuran atau penggelindinganmenuruni bukit, yang hasilnya berupa sebuah campuran partikel dengan berbagaiukuran.Dalam proses pengangkutan partikel-partikel endapan melalui angin atauair, terjadi pengendapan ketika air mengalir atau pergerakan angin secara perlahanlahan menurun pada suatu kecepatan dimana partikel partikel tidak dapat bergeraklagi. Endapan kasar menunjukan endapan yang berasal dari angin atau air,endapan halus menunjukan bahwa endapan disebabkan oleh air dan angin yangbergerak secara perlahan ,atau hanya endapan halus yang tersedia untuk diangkut.
Terdapatnya lautan kuno, pesisir, danau, sungai kecil, rawa dan tempat – tempatlainnya dimana endapan tersebut terakumulasi,dapat pula dijadikanpetunjuk tentang terdapatnya batuan endapan.
c.       Diagenesis
Diagenesis merupakan suatu istilah yang dipergunakan untuk menyatakanterjadinya suatu perubahan (transformasi) betuk dari bahan deposit menjadi suatubatuan endapan.Calsium Carbonate adalah salah satu dari beberapa jenis semen,tetapi silikat juga dapat mengikat butiran secara bersama menjadi bentuk sebuahpartikel yang keras.
d.      Sifat Batuan Sedimen.
Ø  Stratifikasi
Stratifikasi sdimen adalah hasil dari sebuah penyusunan lapisan partikelyang berupa endapan atau batuan endapan. Pelapisan merupakan suatu hal yangsangat penting pada batuanseimen, batuan vulkanik dan metamorf.
Ø  Sortasi
Akibat yang menyolok dari pengangkutan partikel partikel oleh aliran airatau aliran angin adalah penyortiran terjadi akibat spesivic gravity (perbandingananatara berat dari sebuah volume material terhadap berat dari volume satu kubikair).Partikel batuan dan butir-butiran mineral yang mempunyai sifat mudahpecah mungkin dapat diabaikan. Sedangkan yang tahan benturan akan terusterbawa oleh aliran. Pada umumnya yang dapat bertahan adlah kuarsa, hal inidikarenakan kuarsa mempunyai sifat yang keras dan sedikit pecahannya.
Ø  Lapisan Sejajar (paralel Starata)
Lapisan lapisan dari endapan dapat dibagi dalam 2 kelas didasarkan atassifat sifat geometrik, yaitu :
-          Lapisan Sejajar dan
-          Lapisanyang tidaksejajar/cross strata. Lapisan sejajar adalah lapisan yang sejajar antara satu denganlainnya. Lapisan ini disebabkan oleh deposit air. Perubahan deposisi tersebutdisebabkan adanya pasang surutnya air yang mengalir.
Ø  Bentuk Silang (Cross Strata)
Bentuk silang adalah bentuk yang membengkok (cenderung miring)dengan kecenderungan menuju lapisan yang lebih tebal. Bentuk silang padaumumnya terlihat pada delta delta sungai, bukit bukit pasir, pantai pantai danendapan sungai. Bentukan tersebut dapat terjadi jika terdapat lubang lubang padalapisannya, sehingga akan di isi oleh deposit baru yang akan membentuk lapisansilang.
e.       Manfaat Batuan Sedimen.
·         Untuk bahan dasar bangunan (gypsum)
·         Untuk bahan bakar (batu bara)
·         Untuk Pengeras jalan (batu gamping)
·         Untuk Pondasi rumah (batu gamping)
·         Dll.
Batuan Sedimen adalah batuan beku atau metamorf yang mengalami proses litifikasi yaitu proses kompaksi dan sementasi. Jenis-jenis Batuan Sedimen antara lain yaitu:









1.      BREKSI



Breksi memiliki butiran-butiran yang bersifat coarse yang terbentuk dari sementasifragmen – fragmenyang bersifat kasar dengan ukuran 2 hingga 256 milimeter. Fragmenfragmenini bersifat runcing dan menyudut. Fragmen-fragmen dari Breksi biasanyamerupakan fragmen yang terkumpul pada bagian dasar lereng yang mengalami sedimentasi,selain itu fragmen juga dapat berasal dari hasil longsoran yang mengalami litifikasi.
Komposisi dari breksi terdiri dari sejenis atau campuran dari rijang, kuarsa, granit, kuarsit, batu gamping, dan lain-lain.






*KONGLOMERAT

Konglomerat hampir sama dengan breksi, yaitu memiliki ukuran butir 2-256 milimeter dan terdiri atas sejenis atau campuran rijang, kuarsa, granit, dan lain-lain, hanya saja fragmen yang menyusun batuan ini umumnya bulat atau agak membulat.
Pada konglomerat, terjadi proses transport pada material-material penyusunnya yang mengakibatkan fragmen-fragmennya memiliki bentuk yang membulat
*SANDSTONE
Sandstone atau batu pasir terbentuk dari sementasi dari butiran-butiran pasir yang terbawa oleh aliran sungai, angin, dan ombak dan akhirnya terakumulasi pada suatu tempat. Ukuran butiran dari batu pasir ini 1/16 hingga 2 milimeter. Komposisi batuannya bervariasi, tersusun terutama dari kuarsa, feldspar atau pecahan dari batuan, misalnya basalt, riolit, sabak, serta sedikit klorit dan bijih besi. Batu pasir umumnya digolongkan menjadi tiga kriteria, yaitu Quartz Sandstone, Arkose, dan Graywacke.” alt=”” />
* QUARTZ SANDSTONE
Quartz sandstone adalah batu pasir yang 90% butirannya tersusun dari kuarsa.Butiran kuarsa dalam batu pasir ini memiliki pemilahan yang baik dan ukuran butiran yang bulat karena terangkut hingga jarak yang jauh. Sebagian besar jenis batu pasir ini ditemukan pada pantai dan gumuk pasir.
* ARKOSE
Arkose adalah batu pasir yang memiliki 25% atau lebih kandungan feldspar. Sedimen yang menjadi asal mula dari Arkose ini biasanya hanya mengalami sedikit perubahan secara kimia.Sebagian arkose juga memiliki sedikit butiran-butiran yang bersifat coarse karena jarak pengangkutan yang relatif pendek.
* GRAYWACKE
Graywacke adalah salah satu tipe dari batu pasir yang 15% atau lebih komposisinya adalah matrix yang terbuat dari lempung, sehingga menghasilkan sortasi yang jelek dan batuan menjadi berwarna abu-abu gelap atau kehijauan.
*SHALE
Shale adalah batuan sedimen yang memiliki tekstur yang halus dengan ukuran butir 1/16 hingga 1/256 milimeter. Komposisi mineralnya umumnya tersusun dari mineral-mineral lempung, kuarsa, opal, kalsedon, klorit, dan bijih besi. Shale dibedakan menjadi dua tipe batuan, yaitu batu lanau dan batu lempung atau serpih. Batu lanau memiliki butiran yang berukuran anara batu pasir dan batu serpih, sedangkan batu lempung memiliki chiri khas mudah membelah dan bila dipanasi menjadi plastis.
*LIMESTONE
Limestone atau batu gamping adalah batuan sedimen yang memiliki komposisi mineral utama dari kalsit (CaCO3). Teksturnya bervariasi antara rapat, afanitis, berbutir kasar, kristalin atau oolit. Batu gamping dapat terbentuk baik karena hasil dari proses organisme atau karena proses anorganik. Batu gamping dapat dibedakan menjadi batu gamping terumbu, calcilutite, dan calcarenite.
* CALCARENITE
Calcarenite memiliki ukuran butir 1/16 hingga 2 milimeter, batuan ini terdiri dari 50% atau lebih material carbonate detritus, yaitu material yang tersusun terutama atas fosil dan oolit.
* CALCILUTITE
Calcilutite terbentuk jika ukuran butiran dari calcarenite berubah menjadi lebih kecil hingga kurang dari 1/16 milimeter yang kemudiaan mengalami litifikasi.
* GAMPING TERUMBU
Batu Gamping terumbu terbentuk karena aktivitas dari coral atau terumbu pada perairan yang hangat dan dangkal.
*SALTSTONE
Saltstone terdiri dari mineral halite (NaCl) yang terbentuk karena adanya penguapan yang biasanya terjadi pada air laut. Tekstur dari batuan ini berbentuk kristalin.

*GIPSUM
Gipsum tersusun atas mineral gipsum (CaSO4.H2O). Sama seperti dengan Saltstone, batuan ini terbentuk karena kandungan uap air yang ada menguap. Tekstur dari batuan ini juga berupa kristalin.
*COAL
Coal atau batu bara adalah batuan sedimen yang terbentuk dari kompaksi material yang berasal dari tumbuhan, baik berupa akar, batang, maupun daun. Teksturnya amorf, berlapis, dan tebal. Komposisinya berupa humus dan karbon. Warna biasanya coklat kehitaman dan pecahannya bersifat prismatik.
Batu bara terbentuk pada rawa-rawa pada daerah beriklim tropis yang airnya mengandung sedikit oksigen. Bagian dari tumbuhan jatuh dan mengendap di dasar rawa semakin lama semakin bertambah dan terakumulasi. Material tersebut lama-kelamaan terkubur oleh material di atasnya sehingga tekanannya bertambah dan air keluar, dan kemudian mengalami kompaksi menjadi batu-bara.










BAB IV
PENUTUP

KESIMPULAN
Pembentukanberbagaimacam mineral di alamakanmenghasilkanberbagaijenisbatuantertentu. Proses alamiahtersebutbisaberbeda – bedadanmembentukjenisbatuan yang berbeda pula. Batuansedimenbisaterbentukkarenaberbagai proses alamiah, seperti proses penghancuranataudisintegrasibatuan, pelapukankimia, proses kimiawi, danorganisserta proses penguapan/evaporasi.
Batuanendapanataubatuansedimenadalahsalahsatudaritigakelompokutamabatuan (bersamadenganbatuanbekudanbatuanmetamorfosis) yang terbentukmelaluitigacarautama: pelapukanbatuan lain (clastic), pengendapan (deposition) karenaaktivitasbiogenik, danpengendapan (precipitation) darilarutan. Jenisbatuanumumsepertibatukapur, batupasir, danlempung, termasukdalambatuanendapan.Batuanendapanmeliputi 75% daripermukaanbumi.









DAFTAR PUSTAKA

file:///C:/Documents%20 and %20Settings/User/My%20Documents/batuan metamorf-adalah-batuan-yang.html

filetllC:lDx,nmentso/o20ando/o20Settings/Usetlt\{yTo20DocumentVstruktur-

frle:l t lC: lDxuments%20and7o20Sett ingVUser/hIyTo20Documents/batuan

filetl/C:lDx,uments%20and7o20Setting sU*rlMyo/o20Documents/batu/uSuiol

file:lllC:fDx,umerfro/o20ando/o20Settings/U xrlMyo/a20Documents/batt/oioip.

(diakses pada : 29 september 2014 pukul 07:46 WIB)

Muawanah, Umi dan Agus Supangat. 1998. PengantarKimiadanSedimenIbsarlautBadanRisetKelautandanPerikanan. Jakarta.

Widada, Sugeng. 2004. ModulMataKuliah. Semarang: Universitas Diponegoro














           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar